Bukan Nelayan Indonesia, Nelayan Bodoh Buatan Kaum Kapitalis
Ini biasa namun tak biasa
Selalu ada rahasia dibalik kosakata
Mengombang-ambing kumpulan ikan di dalam sebuah jala tidaklah sulit
Menipu yang sudah tertipu
Dan setiap anggota nelayan berebut mengambil Jatah
Ikan-ikan besar menjadi primadona
Dengan congkak para nelayan mengabaikan ikan-ikan kecil yang berjatuhan
Lalu ikan-ikan itu dikais oleh mereka yang tidak bisa melaut
Lucunya, lebih banyak mereka yang mengais ikan-ikan kecil
Mereka saling berebut hingga berdesakan
Ada yang terjatuh, terinjak, diinjak
Maklumlah, kapan lagi bisa mendapatkan ikan dengan cara seperti itu,
Kemampuan tak punya, peralatan apalagi,
Namun masih punya alat untuk memperalat
Saat mereka berebut ikan-ikan kecil beberapa nelayan ada yang terusik,
Beberapa nelayan lagi memanfaatkan situasi itu untuk mengusik nelayan yang lain,
Tentu agar jatahnya tak terusik,
Diantara mereka tampak beberapa orang berdiri memperhatikan
Ada yang hanya melihat, ada yang berusaha menjaga keamanan,
Keamanan Nelayan, Orang-orang yang berebut, dan Orang-orang yang hanya melihat,
Dan dari kejauhan tampak beberapa orang sedang memperhatikan,
Para nelayan yang sudah mendapatkan ikannya lantas pergi
Meninggalkan sekumpulan ikan kecil bersama sekumpulan orang yang mengais ikan-ikan kecil,
juga beberapa orang yang terkulai lemas setelah berdesakan
Yang sebagian besar mereka ikut berdesakan karena diperintah oleh beberapa nelayan tadi,
dan sebagian lain bahkan tak punya alasan kuat mengapa mereka ikut berdesakan,
Lalu orang yang melihat dari kejauhan tadi menghampiri dan memapah mereka yang terkulai, karena sebelumnya tak mampu menahan mereka untuk tak ikut berdesakan,
Dengan senang gembira para nelayan membawa ikan-ikan besarnya ke masing-masing pengepul langganannya,
Dengan keyakinan bahwa pengepul tersebut adalah pembeli terbaik menurut mereka,
Hingga kelak mereka akan mendapatkan untung besar,
Namun setelah mereka menjual ikan-ikan itu dan kembali pulang,
Para pengepul berkumpul sambil tertawa riang,
Ternyata Angka-Angka tersebut hanyalah permainan mereka,
Dimana pada garis besarnya Harga ikan yang ditawarkan adalah sangatlah murah bila dibandingkan dengan apa yang mereka lakukan untuk mendapatkannya,
Dan lucunya, ternyata para pengepul tadi berada dalam satu naungan Bos Besar.
Dan disaat para Nelayan, Tengkulak, dan Bos Besar sedang menikmati keuntungan mereka,
Orang-orang dipantai masih memperebutkan ikan-ikan kecil tadi hingga banyak yang menjadi korban,
Sementara orang yang melihat dari kejauhan tadi masih sibuk memapah mereka yang terkulai.

Comments
Post a Comment