ORANG BODOH YANG MERENUNG

Pagi ini,
Mataku masih enggan terpejam
Anganku masih berkutat diantara noda-noda yang aku coretkan di wajah,
Yang membuat aku malu berjumpa Tuhan,

Manis lidah hanya jika memiliki hasrat,
Bercengkrama, tersenyum namun hati memikirkan hal-hal fana,
Menggerutu jika tak dipenuhi,
Lalu dengan congkaknya meminta lagi,

Bodohnya aku yang berfikir bisa menipu Nya,

Lirih suara dengan tetesan air mata yang jatuh perlahan,
Trik murahan yang laris di pasaran,
Dengan otak licik yang bersekutu dengan setan
Membodohi diri mencoba memainkan dinamika rasa,

Bodohnya aku yang berfikir bisa menipu Nya,

Lalu akupun terdiam,
Wajahku memerah menahan malu yang diliputi cemas,
Mengkomat-kamitkan doa dengan wajah yang memelas,
Menipu, lalu meminta,
Aku gemetar,
Tanganku, kakiku, nadiku,
Semua bergetar,

Penjahat kelas rendahan yang bergetar,

Aku tak bisa lari dari Nya,
Tatapanya menembus hingga ke sel-sel kehidupanku,
Aku tak bisa bersembunyi,
Tak ada tempat yang tak Dia ketahui,

Saat kebodohan ini tertampak,
Tersungkur aku tak kuasa menahan malu,
Meski keterbukaan ini hanya aku dan Dia yang tahu,

Lidah berkata manis,
Mata berbuat nista,
Tangan tak memukul,
Hati menggerutu,

Berkata bak pemuja Tuhan yang paling sempurna,
Mengkritisi setiap detail aib orang lain,
Menjadikannya suatu bahasan yang berujung gunjingan,

Aku terlanjur terseret,
Terperangkap oleh kebiasaan-kebiasaan jahiliyah,
Yang diabad millenium ini justru semakin dikembangkan oleh pesatnya teknologi,

Hitam dan putih tak lagi tampak,
Semua menjadi abu-abu
Baik dan buruk hanya masalah kepentingan
Masih berfikir bisa membodohi Tuhan.

Comments

Popular posts from this blog

Antara "MY TRIP MY ADVENTURE" dan "MY SLEEP MY ADVENTURE". bag.2

Rahasia Dibalik Fungsi Pintu

Antara "MY TRIP MY ADVENTURE" dan "MY SLEEP MY ADVENTURE". bag.1