SELAMAT ULANG TAHUN SAUDARAKU,
17-8-1945
Kau dikenal sebagai Manusia,
lahir dari rahim Ibu pertiwi yang perkasa,
beriring darah Ayah Nusantara,
Tujuh puluh dua tahun hampir usia mu,
tepat satu minggu yang akan tiba,
namun kau tampak bak remaja
sedang mencari jati diri katanya,
Aku tidak melihat mu sebagai sosok tua renta
namun urat-urat syarafmu tampak tak sehat,
tulang tulangmu terlihat sulit menopang beban
bahkan sekedar beban tubuhmu sendiri,
Mungkin makan mu kurang teratur,
atau terlalu lelah,
Atau karena kau tidak tahu mana makanan yang baik dan bergizi
dan sering mengerjakan pekerjaan yang sia-sia
yang tak sesuai, hingga hanya lelah yang kau rasa?
Ayolah.. kau bukan lagi anak kecil,
yang setiap tingkahnya harus dimaklumi dan dimaafkan,
Bukan pula harus selalu dituntun dan disuapi,
Kau masih belia
dibanding tetangga mu yang berusia ratusan tahun itu
masih tiga kali lipatnya,
namun kau harus menggunakan Otak mu,
hmh.. aku sering mengerjai kakak seniorku,
dan kau pun bisa,
tapi jika kau cukup cerdas,
Berhentilah bermain-main,
abaikan saja kuku-kuku mu yang terlanjur kotor itu,
kau tinggal mengguntingnya,
atau syaraf dan tulangmu tadi,
kau tinggal ganti dengan makanan yang bergizi,
agar pencernaanmu sehat,
badanmu sehat,
Otak mu juga lebih sehat,
Sel-sel baru akan selalu muncul menggantikan yang lama,
maka perbaiki kualitasnya,
bukankah terasa baik jika kulit kusam mu terkelupas
dan berganti dengan kulit halus bercahaya?
ya kau harus rela merawatnya,
tak bisa jika hanya dibaluri lumpur,
Karena lumpur saat ini sudah bercampur kotoran,
bukan berkah dari tanah kesuburan,
Dewasa dan bijak lah saudara ku,
karena kebaikanmu membahagiakan jutaan manusia,
rubah kebiasaan buruk lama
agar 72 tahun mu tak terasa sia-sia.

Comments
Post a Comment