Hari ini bukan untuk Ibu, tapi Aku.




Bicara tentang ibu, mungkin kita bisa sandingkan Ibu dengan sosok Malaikat. Pernah melihat malaikat? tentu belum, tapi kita semua pasti tahu betapa baik dan sucinya malaikat.

 Ya.. seperti itulah sosok seorang ibu, kebaikan dan kesucian akhlaknya tak mampu dilihat oleh mata kita yang masih penuh dengan noda, masih diisi dengan prasangka. Bukan, bukan diri kita begitu kotor hingga tak mampu mengerti semua, namun kita malas membuka diri untuk belajar mengerti, masih terlalu takut merugi.

 Tidaklah kebaikan kita di dunia mampu membalas kebaikan ibu, bahkan untuk setetes air susunya pun tak bisa. Bukankah kita selalu takut tak mampu membahagiakannya? Lalu mengapa kita berani berhitung dengannya? Berhitung dengan orang yang dari rahimnya kita dicipta, yang dari susunya tersusun rangka serta seluruh organ dalam jiwa? Apakah kita tak malu? Begitu sombongnya kah diri ini?

 Mengapa harus nanti kita mau mengerti? Ketika kita merasakan asa sebagai orangtua, ketika kita mulai menua, ketika Sang Malaikat telah tiada, ketika hanya penyesalan yang tersisa.

 Bukan nanti tapi sekarang! Saat diri ini mampu memapah, saat masih ada kesempatan melihat senyumnya yang ramah.

 Selamat Hari Ibu untuk seluruh saudaraku, selamat membahagiakan Ibu kalian, Ibu kita kedua orangtua kita.


#Gambar ilustrasi diambil dari kisah seorang anak yatim piatu palestina yang rindu akan Ibunya. Untuk kisahnya Lihat Disini

Comments

Popular posts from this blog

Antara "MY TRIP MY ADVENTURE" dan "MY SLEEP MY ADVENTURE". bag.2

Rahasia Dibalik Fungsi Pintu

Antara "MY TRIP MY ADVENTURE" dan "MY SLEEP MY ADVENTURE". bag.1