Iringi Aku Ibu
Tak bisa ku pungkiri betapa ingin ku membuat mu tersenyum..
Dalam bait-bait do'a ku pasrahkan harap ku kepada-Nya,
Harap ku untuk mu..
Sungguh hati ini tak kuasa bila melihat mata mu berlinang,
Jiwa ini bergetar ketika mendengar rintih lelah mu dikala malam,
Dikala matamu terpejam..
Selalu ku berharap cinta ku ini tak sebatas angan
Tak sebatas bayang-bayang tanpa pergerakan,
tak berhenti di ujung lisan,
Hai pujangga hati, sang malaikat yang selalu menemani dalam sanubari..
Semoga Tuhan mengijinkan ku ,
Melawan bodoh ku, melawan sifat kekanak-kanakan ku,
Membuang segala keburukan yang ada pada diri ini,
Membuang segala hal yang mampu memaksa mu meneteskan air mata..
Yang membuat mu terluka,
Tiada batas dalam kesabaran mu,
Jangan engkau putuskan do'a mu untukku,
Karena bodoh ku takkan mampu melawan ridho mu.
Dalam bait-bait do'a ku pasrahkan harap ku kepada-Nya,
Harap ku untuk mu..
Sungguh hati ini tak kuasa bila melihat mata mu berlinang,
Jiwa ini bergetar ketika mendengar rintih lelah mu dikala malam,
Dikala matamu terpejam..
Selalu ku berharap cinta ku ini tak sebatas angan
Tak sebatas bayang-bayang tanpa pergerakan,
tak berhenti di ujung lisan,
Hai pujangga hati, sang malaikat yang selalu menemani dalam sanubari..
Semoga Tuhan mengijinkan ku ,
Melawan bodoh ku, melawan sifat kekanak-kanakan ku,
Membuang segala keburukan yang ada pada diri ini,
Membuang segala hal yang mampu memaksa mu meneteskan air mata..
Yang membuat mu terluka,
Tiada batas dalam kesabaran mu,
Jangan engkau putuskan do'a mu untukku,
Karena bodoh ku takkan mampu melawan ridho mu.
Comments
Post a Comment