JADI DEWASA? TERNYATA GAK SESULIT YANG KALIAN PIKIRKAN,

Assalammualaikum,

Sering gak sih dibilang kaya anak kecil? Atau tepatnya dibilang gak DEWASA?

Gak jarang kalimat, "Gak dewasa banget si lo!" atau, "Kaya anak kecil banget si!", terlontar dari banyak orang yang justru ditujukan kepada orang-orang yang sudah cukup berumur.

Seperti yang udah kita tahu, 'kedewasaan' itu memang gak berpengaruh dengan usia, sewajarnya kedewasaan ada pada manusia dewasa, namun bisa juga terdapat pada remaja bahkan anak kecil, dan lucunya, berdasarkan fakta yang ada, banyak orang dewasa yang tidak memiliki sifat 'kedewasaan'.

Pertanyaannya, Mengapa? Apakah menjadi dewasa sesulit itu? Atau semua itu karena kita belum mengerti trik untuk mampu bersikap dewasa?

Banyak quotes dan panduan untuk mampu bersikap dewasa, dan saya berusaha untuk menambahkan agar caranya menjadi lebih bervariasi, berdasarkan apa yang saya rasakan, langsung aja yuk.

" MENJADI DEWASA ITU HANYA SOAL KEMAMPUAN MENERIMA PESAN."

Pesan? Iya, ingatlah bahwa kita hidup sudah ada yang mengatur, Dialah Tuhan Semesta Alam. Kita lahir s'bagai selembar kertas putih (kalo kata Band Padi mah, hee), tapi bener, memang itu pengandaian yang bagus. Lalu bagaimana kita yang terlahir tanpa apa-apa dan tidak mengetahui apa-apa mampu bertahan hidup?

Itulah mengapa kita diwajibkan belajar, (pendidikan mahal, katanya doang gratis, terus ngonci pintu dan jadi orang bego seumur hidup) haha.. Nggak ya, jangan kayak gitu.

Tahu gak, ternyata pendidikan gratis itu memang ada. Bahkan seumur hidup, dari Tuhan langsung lagi. Yaitu berupa pesan-pesan yang Tuhan berikan langsung ke kita melalui setiap apapun yang kita Lihat, Dengar, Sentuh, Ucap, dan Rasakan.

Seperti ketika kita bangun dari tidur, ada pesan dari-Nya, kita sarapan, ada pesan juga, kita melihat orang tua kita, melihat tetangga, melangkahkan kaki untuk beraktivitas, apa yang kita temukan atau hadapi di perjalanan, apa yang kita temukan atau hadapi ditempat kita bekerja, hingga kita pulang dan akan tertidur hingga tertidur kembali, selalu terdapat pesan-pesan dari Tuhan yang Tuhan ingin kita pelajari secara gratis.

Lalu apa hubungannya dengan kedewasaan?

Ternyata, orang-orang dewasa yang tidak memiliki sifat kedewasaan, adalah mereka yang gagal memahami pesan-pesan itu, bahkan malah mengacuhkannya.

Alhasil, mereka kurang rasa empati dan cenderung bersikap acuh (kumaha aing we lah, sabodo teuing, kalo bahasa sundanya).

"KEDEWASAAN ITU SANGAT LEKAT DENGAN RASA PERDULI"

Seseorang dikatakan 'seperti anak kecil' apabila bersikap seperti anak kecil. Maka, hindari bersikap seperti anak kecil yang cenderung seenaknya aja dan ga mau perduli sama yang lain, ga pikir panjang, dan manja yang berlebihan. (Manjanya anak kecil itu imut, tapi kalo berlebihan jadi ngeselin, apalagi kalo dilakuin sama orang yang udah berumur, kelar idup lo.)

Cara memahami 'pesan-pesan' ini bisa kita umpamakan layaknya sebuah handphone (manusia), RAM (pemahaman).

Apabila sebuah handphone memiliki kapasitas RAM yang besar, maka handphone tersebut mampu beroperasi lebih maksimal, mampu menjalankan game-game yang berat, hingga melakukan multi tasking dengan lancar. (Kemampuan menjalankan/mengoperasikan setiap aplikasi adalah kemampuan menerima dan memahami pesan, dan kedewasaan adalah hasilnya, seperti mampu menjalankan 'game' (ujian/cobaan) yang berat, hingga multi tasking yang juga memiliki makna yang luas).

Namun apabila handphone tersebut RAM (pemahamannya) nya kecil, jangankan untuk menjalankan 'game' yang berat, buka bbm dibarengin facebook aja langsung lemot, nge'hang (kaget) malah bisa 'geger otak' terus mati hp nya.

Jadi kesimpulannya,

Belajarlah untuk membuka diri, lalu biasakan untuk mencari atau menemukan pesan-pesan yang kita temui setiap harinya, tarik nafas dalam-dalam, lalu coba rasakan yang orang lain rasakan, rasakan kesulitan yang orang lain derita, tumbuhkan kembali kepedulian yang lama tertutup daun kering ketidak perdulian, bayangkan apa-apa yang kita sukai, lalu bagaimana jika semua itu ter'rampas, lalu bagaimana jika itu terjadi kepada orang lain, dan kita yang menyebabkan semua itu terjadi. Kita harus membiasakan bahwa kita berbeda atau memiliki perbedaan, baik itu disebabkan oleh faktor keluarga, lingkungan, ekonomi, pergaulan, pendidikan, atau yang lainnya. Jangan memaksa selayaknya kita tak ingin dipaksa, jangan menyakiti selayaknya kita yang tak ingin tersakiti. Tunjukkan kepedulian semanis setiap perhatian yang kita dambakan, berikan, relakan, ikhlaskan, sedikit pengorbanan akan memaniskan kisahnya kelak.

Dan ingat, tidak semua yang kita inginkan atau yang kita anggap baik itu baik untuk kita. Tapi kita tahu, setiap perbuatan baik yang kita lakukan terhadap apapun, justru akan semakin mem'baik kan kita.

Orang yang memiliki sifat dewasa itu biasanya berkepribadian baik, cerdas, sabar, kuat, pemaaf, pengertian, bijaksana, lapang dada, dan beberapa sifat baik lainnya.

Jadi, sifat mana yang sudah ada dalam kepribadian Anda? Ayo sama-sama kita coba lengkapi dengan sifat-sifat baik lainnya. :)

Tetap semangat untuk menjadi baik!

Wassalammualaikum,

Comments

Popular posts from this blog

Antara "MY TRIP MY ADVENTURE" dan "MY SLEEP MY ADVENTURE". bag.2

Rahasia Dibalik Fungsi Pintu

Antara "MY TRIP MY ADVENTURE" dan "MY SLEEP MY ADVENTURE". bag.1