"CAHAYA SETELAH KEGELAPAN"
Kau sangat bersemangat
Ribuan tanya dan keingintahuan terbalut
Dalam tubuh yang masih sangat belia,
Dibalik dinding-dinding kamar
Mata mu tetap memandang dunia luar,
Mendengar bisik suara kebebasan,
Semakin getarkan gejolak jiwa mu,
Maka kau buka lembaran-lembaran jendela dunia,
Kau buat rangkuman dari berbagai buku,
Yang perlahan semakin menguatkan karakter mu,
Dan temukan bagian dari dirimu.
Namun di tanah mu ini tak banyak yang mengerti,
Apa yang kau fikir masih sulit untuk dipahami,
Tak seperti di Eropa sana,
Emansipasi, Kesetaraan,
Yang bertumpu pada pentingnya Pendidikan khususnya untuk perempuan,
Mendobrak budaya penuh kekang
Pembatasan yang tak begitu menguntungkan,
Bukan, bukan untuk pembuktian, atau pamer kehebatan,
Hanya saja kau sadar untuk beberapa hal
Wanita memiliki potensi yang sama,
Bahkan mampu lebih unggul dari lelaki,
Ya, kau berjuang demi hak-hak kaum wanita,
Mimpi mu, Pemikiran mu, Cita-cita mu,
Bahkan mampu merubah Citra kaum mu
Dimata dunia kala itu, bahkan hingga hari ini,
Namun,
Betapa lapang hatimu hai Putri Indonesia,
Saat peluang dari mimpimu ada didepan mata,
Kau hentikan langkah mu,
Tuk memilih berbakti kepada orang tua,
Tapi bukan dirimu bila mudah menyerah,
Bahkan setelah statusmu sebagai seorang istri,
Kau justru dirikan sekolah tuk mendidik anak-anak negeri
Dengan restu sang suami yang juga mengerti,
Hingga kebahagiaanpun muncul,
Dan lahirlah seorang putra tercinta,
Namun itu tak berselang lama,
Karena kau harus menghembuskan nafas terakhir mu setelahnya,
Raden Ajeng, Raden Ayu Kartini,
Meski kau telah menutup mata,
Namun pola pikirmu tetaplah Abadi
Dan mengispirasi hingga ke ratusan generasi
Hadir mu membawa sinar perubahan,
Evolusi dari kolot nya pemikiran,
Semoga para wanita di negeri ini mengerti
Mengapa kau ku sebut "Cahaya setelah Kegelapan".
Comments
Post a Comment