Aku Yang Jauh Disini,
Aku hanya bisa memandangmu dari kejauhan,
Duduk diatas kursi yang empuk,
Melihatmu masih bisa tersenyum saat bermain diantara puing-puing bangunan,
Didepan megahnya hidangan di meja makan,
Diantara piring-piring nasi yang tak habis ku makan,
Aku hanya bisa memandangmu dari kejauhan,
Saat melihat sepiring lauk itu kau bagi bersama,
Tampak bahagia terpancar tulus di wajahmu,
Kebahagiaan yang tak mampu ku beli disini,
Bahkan jika harus ku relakan rumah ku menjadi sasaran tembakan,
Meski kurelakan Keluargaku terbunuh,
Ayah, Ibu, Saudara Saudari ku,
Takkan ku dapatkan senyum yang seindah senyummu,
Senyum tulus penuh keikhlasan,
Senyum penuh keridhoan,
Senyum penuh keistiqomahan,
Keyakinan terhadap Sang Maha Kasih,
Pada bulan yang penuh keberkahan,
Ijinkan aku yang munafik ini berharap dari kejauhan,
Tuhan,
Getarkan hati kami disini,
Gerakkan jiwa dan raga kami,
Meski hanya untuk mengucapkan sebait Do'a,
Agar kelak kami tak malu jika di Akhir Alam nanti
Mereka memanggil kami dengan sebutan 'SAUDARA',

Comments
Post a Comment