YANG SAYA DAPATKAN SAAT SATU MINGGU BERJUALAN
Assalammualaikum,
Tuhan menempatkan kita di bumi dengan tujuan, kita diberi akal, pikiran, serta banyak kemampuan agar kita dapat hidup dan menjalani kehidupan.
Untuk memenuhi kebutuhan dunia, rasanya tak realistis jika tidak membahas soal uang. Banyak cara untuk mendapatkan uang, tentu dengan ketentuan masing-masing. Namun secara garis besar, umumnya dapat dikategorikan dalam dua cara, yaitu menjadi pekerja atau berwirausaha.
Sebelumnya saya adalah karyawan seperti kebanyakan orang pada umumnya, namun seperti yang saya tuliskan di akun sosial saya bahwa ditahun 2016 ini pemerintah sedang membudidayakan pengangguran, saya dan beberapa teman lainnya ikut merasakan dampaknya.
Alhasil karena Allah SWT memberikan bekal yang begitu besar kepada kita (manusia), akhirnya saya (yang mudah-mudahan termasuk manusia) mencoba cara lain dari menjadi pekerja menjadi berwirausaha untuk mendapatkan uang.
Tulisan ini tidak bermaksud membandingkan tentang baik dan buruk antara menjadi pekerja atau berwirausaha, tentu jika Allah SWT kelak mengharuskan saya untuk kembali menjadi pekerja, Inshaallah akan saya jalani dengan berharap ridho-Nya. Dan dalam berwirausaha tentu saya bukanlah ahlinya, namun ketika menjalani dan mempelajari prosesnya, saya merasakan beberapa hal yang saya rasa perlu dibagikan lewat Blog Pena ini.
Yang saya rasakan saat satu minggu berjualan,
- Merasa haus akan pengetahuan.
- Merasa menjadi lebih ramah.
- Tamparan atas keseharian yang masih keliru.
- Mencoba memperbaiki diri.
Saat kesadaran itu muncul, maka Introspeksi Diri menjadi PR yang harus saya kerjakan.
- Terjalin kembali silaturahmi yang sempat kendur.
Sebelum berdagang, rasanya enggan sekali menyapa atau sekedar mengirim pesan singkat kepada banyak orang. Namun karena tuntutan usaha, seorang wirausaha harus mau melakukannya, namun hasilnya diluar dugaan bagi saya, ternyata hal itu menjadi awal pengikat kembali tali silaturahmi yang sempat kendur.
- Lebih menghargai lagi Orang-orang yang menjadi wirausahawan.
- Lebih sabar dan berserah.
- Lebih bersyukur dan berhemat.
- Hati merasa lebih tenang.
Target? ada, Berfikir? Bergerak? Bertindak? Berkeringat? semua ada, sama seperti kita menjadi pekerja, namun bedanya kita yang mengatur sendiri semua itu, apa yang sesuai dan tidak sesuai dengan diri kita, kita dapat dengan mudah mengelolanya, hanya tinggal kemauan dan pengetahuan.
- Lebih sedikit mengeluh.
Tidak bisa dipungkiri, saat menjadi pekerja tak jarang saya mengeluh akan banyak hal. Sebenarnya karena hal-hal itu bertentangan dengan nurani saya, bukan murni antara benar dan salah.
- Belajar untuk Istiqomah.
Mau tidak mau, kalau ingin usaha yang saya jalani berkembang dan sukses dan Inshaallah berkah, Istiqomah adalah cara yang paling tepat.
Itulah beberapa hal yang saya rasakan ketika mempelajari proses berwirausaha, sekali lagi ini bukan perbandingan benar dan salah antara menjadi pekerja atau berwirausaha, namun ini semua hanya beberapa hal yang saya rasakan saat satu minggu menjalani proses berwirausaha.
Semoga terdapat hikmah yang dapat diambil dari tulisan saya ini, dan semoga dapat memberikan inspirasi dan sugesti yang positif bagi kita dalam memandang dan menjalani berbagai macam cara menjalani hidup dan kehidupan.
Semoga Allah SWT meridhoi langkah dan pilihan kita, Amin.
Wassalammualaikum,

Kayaknya perlu belajar banyak lagi temtang marketing nih, nanti ya aku rekomendasiin buku tentang marketing yang bagus :)
ReplyDelete