tamu tak diundang #hdsb (3)




Aku masih sedikit termangu dalam lamunan ku,
tak terkira sahabatku itu berkata sedemikian dalamnya.
Dari tampak luar tak ada sedikitpun yang seolah dapat dibanggakan,
pakaiannya yang tak rapi, rambutnya yang seringkali tak disisir,
sikapnya yang tak jarang slenge'an,
sungguh sangat tak mencerminkan.

Memang tak sering kata-kata seperti itu terlontar dari mulutnya,
yang ku tahu memang dia lumayan kritis, namun lebih banyak diam,
apalagi jika sudah ditemani secangkir kopi hitam,
dia bisa berdiam diri hingga tak menghiraukan sekitarnya untuk beberapa lama,
bahkan akupun tak tahu apa yang dipikirkannya jika sudah seperti itu.

"satu masalah kelar, malah bikin masalah baru"
ucapnya sambil menyesap sisa kopi yang masih bisa aku selamatkan tadi.

Aku tersadar dari lamunan, kulihat dia sedang menoleh kearah lain tampak tak menghiraukan keadaan ku.

"Maksudnya?" tanya ku heran.
"Tadi kayaknya lo udah sumringah, barusan udah pusing lagi aja keliatannya. Gak usah mikirin hal-hal yang belum tentu kebenarannya lah.." jawabnya santai.

Dia masih duduk bersandar di kursi itu,
sambil satu kakinya dinaikkan keatas sementara satu kakinya dibiarkan lurus kebawah.
Sesekali kulihat matanya terpejam, seperti merasakan hembusan angin disekitarnya,
nafasnya pelan dan teratur.

Aku tersenym kecil,
"Iya, lo tau aja lagi. kadang pikiran-pikiran kayak gitu suka dateng sendiri, kayak tamu tak diundang aja,"

Sontak dia menurunkan kakinya,
badannya kini mengarah kepadaku, raut wajahnya tampak lebih serius.
Aku terkejut, apa yang salah dengan ucapanku barusan? tanyaku dalam hati.
Lalu perlahan dia arahkan jari telunjuknya kearah dadaku,
sambil menunjuknya beberapa kali.

"Nih, ini yang bikin dia dateng. Jangan kira dia dateng tanpa diundang,"
ucapnya menyambut.
"Hati lo terlalu Resah, sampe akhirnya otak lo dipaksa untuk memikirkan terlalu banyak hal, yang gak jarang hal 
-hal itu hanya sia-sia belaka,"

Lalu dia menambahkan,
"Kalo hati lo gak tenang, gak jarang apa yang di produksi tubuh lo baik itu energi maupun pikiran, bisa lebih banyak yang terbuang sia-sia,"
Dia membiarkan aku berpikir sejenak,

"Kenapa sia-sia?" tambahnya,
"Karena lo gak fokus, lo gak fokus sama apa-apa yang seharusnya lo nikmati, lo syukuri, terlalu banyak hal-hal yang lo cemasin, hingga nikmat-nikmat yang Tuhan kasih, yang saat ini juga bisa lo nikmatin, lo biarin berlalu gitu aja hingga tertimbun kecemasan-kecemasan yang menurut gue berlebihan dan gak penting,"

Aku tersentak, dan lagi, ucapannya terasa menamparku dengan keras.
Aku mulai salah tingkah, memikirkan apa yang akan aku ucapkan selanjutnya.

"Sebenernya tadi itu gue mikir apa sebenarnya lo bisa baca apa yang sedari tadi gue pikirin,"
jawabku dengan sedikit malu.

"Itu yang tadi lo pikirin sampe muka lo keliatan kayak orang banyak utang? Benerkan kalo gue bilang yang jadi pikiran lo itu cuma hal-hal Gak Penting,"





#harus datang sebelum berlalu



Comments

Popular posts from this blog

Antara "MY TRIP MY ADVENTURE" dan "MY SLEEP MY ADVENTURE". bag.2

Rahasia Dibalik Fungsi Pintu

Antara "MY TRIP MY ADVENTURE" dan "MY SLEEP MY ADVENTURE". bag.1