Aku Rasakan Rindu Dari Sana
Beberapa hari ini aku disuguhkan dengan beberapa kematian, kegiatan yang sudah seminggu lebih aku jalani pun ternyata mengantarkanku lebih dekat dengan proses akhir dalam mengantar kematian.
Hingga tadi, setelah membersihkan sisa-sisa tanah pada tubuhku, aku melihat wajahku dicermin, aku tersenyum, disana tampak wajahku seperti apa yang kami kuburkan tadi sore. Entah mengapa itu yang terbersit dibenak ku.
Entahlah.. Semakin sering melihat kematian, rasa takutku semakin menciut. Andai saja tak ada surga atau neraka, mungkin kapanpun aku siap untuk mati.
Hmh.. Lucunya, saat menatap lubang seluas kurang lebih 2m x 80cm tadi, aku merasakan kehangatan disana, ingin rasanya aku membaringkan tubuhku di lubang dalamnya yang biasa mereka sebut lubang landak, lalu memejamkan mata untuk beberapa saat.
Di komplek rumah terakhir itu, terbaring juga kedua kakek dan nenek ku, serta beberapa kerabat lain, hati ku merasa bahwa ada kerinduan dibalik nisan-nisan itu, ya.. Aku merasa mereka merindukan ku.
Tuhan.. Bukan aku tak takut mati, hanya saja kematian sudahlah pasti untuk ku. Bukan pula aku takut mati, namun tadi subuh pun aku mengabaikan seruan Mu, lalu harus bagaimana nanti bila aku berjumpa dengan Mu jika itu terjadi saat ini, hari ini.
Kadang aku bertanya, mengapa aku mau menjadi manusia saat ruh ku berbincang dengan Mu dahulu, karena kini aku tahu menjadi manusia tidaklah mudah, semoga saja pilihan ini bukan aku ambil atas dasar kesombonganku dahulu, semoga saja ini karena yakinku atas Maha Kasih dan Sayang Mu.
Tuhan.. Aku hanya mampu pasrahkan segalanya kepada Mu, meski tak kutampik begitu banyak aku menyakiti Mu, atau tepatnya menyakiti diriku sendiri.
Semoga dan semoga, aku mampu khusnul hotimah saat menghadap Mu, kapanpun dan dimanapun.
Astaghfirullah...
Like dah...
ReplyDeleteWaaar biasaaa tulisan nya..
ReplyDelete