Selamat Hari Perempuan
Hari ini, setiap kepala kembali mengingat,
Hari ini, seluruh adam kembali bergetar,
Hari ini, seluruh adam kembali bergetar,
Engkau yang selama ini dianggap lemah,
Dikesampingkan oleh ego sang keraskepala,
Dikesampingkan oleh ego sang keraskepala,
Ditindas oleh ambisi kekuasaan,
Diremukkan dengan cercaan yang bertubi-tubi,
Tiada henti, membungkam perasaan
Diremukkan dengan cercaan yang bertubi-tubi,
Tiada henti, membungkam perasaan
Hari ini, dunia tersadar,
Bahwa selama ini engkau menangis dalam diam,
Bahwa selama ini engkau menangis dalam diam,
Dunia tersadar,
Perih yang engkau terima sudah tak lagi tertahankan,
Perih yang engkau terima sudah tak lagi tertahankan,
Engkau berontak,
Bersatu bagai gerombolan semut yang penuh emosi,
Menuntut hak-hak dan keadilan, kesetaraan,
Bersatu bagai gerombolan semut yang penuh emosi,
Menuntut hak-hak dan keadilan, kesetaraan,
Kau terobos kawat-kawat berduri,
Kau robohkan dinding-dinding tirani,
Menyadarkan dunia yang mati suri,
Kau robohkan dinding-dinding tirani,
Menyadarkan dunia yang mati suri,
Engkau wanita,
Kau perasa,
Dunia perlu sadar,
Tak perlu cambukan agar kau melakukan hal yang seharusnya,
Tak perlu pukulan untuk mengetahui sekuat apa dirimu,
Tak perlu, sungguh tak perlu,
Bahkan kini tak perlu kau membuktikan apapun,
Emansipasi sesungguhnya hanyalah wacana,
Yang bisa ditunggangi siapa saja yang mampu memanfaatkannya,
Yang kini perlu kau lakukan hanyalah cukup menjadi dirimu,
Lalu carilah tanah yang subur,
Dimana pohon mu mampu tumbuh dengan kokoh,
Berbuah dengan berlimpah,
Karena tidak seluruh tanah di bumi ini tandus dan tak menerima mu,
Berbahagialah untuk mu, jalan yang baik selalu ada di genggaman mu,
Selamat Hari Perempuan,

Comments
Post a Comment