Ketika Media Dikangkangi

Kehadiran mu harusnya mendukung ku,
Menjadi penyambung lidah, mata, dan gerak,
Bahkan menjadi sahabat dekat ku,

Hadirmu harusnya mendekatkan jarak,
Menjadi pendobrak,
Jembatan penerobos dunia yang congkak,

Jujur, Adil, Kuat,
Berani, Tangguh, Amanah,

Kau pernah menjadi mutiara diantara lumpur-lumpur keputus asaan,
Pengobar semangat pencari kebenaran,

Seharusnya kau menjadi sahabat ku,
Sahabat dekat ku.

Aku yang perduli kepadamu hanya ingin menyampaikan sedikit kegelisahan dihati ini,
Jangan kau goyah, goyah oleh Rupiah,
Atau menjadi budak dari para pesulap dunia,

Ketika kau berbicara soal politik maka sampaikanlah,
Namun kau jangan ikut berpolitik,
Ketika kau bicara soal perang maka sampaikanlah,
Namun kau jangan ikut berperang,

Begitu juga dengan cacian, hujatan,
Atau teori-teori pemutar balikan fakta,
Atau dongeng-dongeng pemuja penguasa,

Aku sahabatmu, maka sampaikanlah kebaikan kepadaku,

Apabila rupiah lebih berharga bagimu,
Maka kau bisa berganti haluan,
Kau bisa mengumpulkan pundi-pundi tanpa harus membodohi,
Tanpa harus menanggung dosa yang terus mengalir hingga ke beberapa generasi,

Aku sahabatmu, aku akan selalu mendukung kebaikan untukmu,

Sadarlah,
Ketika kawanku yang lain tersadar apabila kau telah terkangkangi,
Maka pupuslah segala harga diri,
Dan musnahlah pengguna hati nurani,

Kami terlanjur begitu bergantung kepadamu,
Tak terbayang apabila kami tahu kepercayaan kami telah terhianati,
Maka jangan kau merasa heran jikalau aku mulai menjaga jarak darimu.

Sahabatku.

Comments

Popular posts from this blog

Antara "MY TRIP MY ADVENTURE" dan "MY SLEEP MY ADVENTURE". bag.2

Rahasia Dibalik Fungsi Pintu

Antara "MY TRIP MY ADVENTURE" dan "MY SLEEP MY ADVENTURE". bag.1