Beruntungnya kau,
Beruntungnya engkau perempuan,
Tak perlu merasa sulit untuk dekat dengan seorang ibu,
Kapanpun dan dimanapun kau merasa resah,
Saat itu juga dengan mudah kau dapat berbagi dengannya,
Kau dapat memeluknya dengan erat,
Dapat menciumnya sesuka hati mu,
Dapat bercanda, tertawa,
Berbagi asa hingga buliran airmata menetes berdua,
Berbeda dengan ku,
Untuk mengungkapkan kata 'aku menyayangimu' saja
Lidahku puilu,
Tubuhku membeku,
Apalagi untuk memeluk atau menciumnya,
Aku tak mampu melakukannya,
Karena setiap kali aku berusaha,
Kepalaku lantas dijejali dengan cercaan ego yg melemahkan ku,
Aku hanya mampu memeluknya dalam sunyi,
Dalam bayang bayang dikala dia terlelap,
Dalam tatapan saat matanya terpejam oleh lelahnya hari,
Tanpa mampu untuk mengungkapkan,
Comments
Post a Comment