Cewek Matre Itu Gak Ada, Nih Baca!
Morningg....
Ceile.. Bahasa abang kaya orang gedongan ya, haha (tukang cimol sok pake bahasa Inggris). Abang baru sampe di tempat mangkal baru ni, bosen di kampung sekali-kali ke kote.
Suasana kota emang padet banget ya, orang-orang kayak pada di jaringin di satu kolem gitu istilahnya, pada ngumbuk haha. Tapi walaupun banyak kaga pada saling negor abang perhatiin, pada sariawan apa ya? Nah, cuma ada satu ni yang menarik perhatian abang, wanita-wanitanya (maklum lelaki).
Wanita-wanita jaman sekarang pada cakep-cakep ya, mulus kaya jalanan ibukota beda sama di kampung, belom lagi aksesorisnya, gelang, kalung, jam, tas, anting, baju-bajunya, wah.. Kayaknya branded semua itu.
Nah ini yang miris, perempuan yang kayak begitu itu sering diartiin sebagai perempuan MATRE!
Apakah ini benar? Ataukah mitos? (hahaha)
Menurut kacamata abang ni, penampilan yang glamor itu ngga menunjukkan bahwa seorang wanita itu matre, meskipun untuk menunjang semua itu membutuhkan biaya yang kira-kira cukup lah buat abang sekeluarga makan seminggu.
"Cuma cowok kere yang bilang cewek matre", Whatt?? (belagu banget ni tukang cimol bhasanya)
Ga selalu gitu ko, mungkin cowok yang kere menyebut seorang cewek sebagai 'matre', itu hanya digunakan sebagai pengalihan atas ketidak berdayaannya, abang misalnya ni, abang demen banget ama sahrini misalnya, cintaa banget, tapi abang cuma jualan cimol, lah si sahrini kurus ntar kalo ga nerima kemampuan abang yang baru segini.
Dan ternyata, cowok-cowok kaya pun ga suka sama cewek 'matre', liat aja si mark (facebook).
Tapi yang lebih wahnya ya, ternyata setelah abang bongkar-bongkar koran dan baca-baca kertas yang orang pada buang sembarangan di jalan, sekarang abang mengerti bahwa " cewek matre itu gak ada ".
Ga ada cewe matre itu, mereka cuma mengalami 'krisis' dengan diri dan keadaannya, selain pemahaman tentang fungsinya sebagai perempuan juga amat minim dimiliki.
Sederhananya, seorang dokter dia akan mengobati, seorang penjual gorengan dia akan berjualan gorengan, nah cewek yang biasa disebut 'matre' ini bingung dia apaan. Tembok? (Mukanya harus di dempul segitu tebelnya), papan reklame? (Tampilannya harus semenarik mungkin), apa fakir miskin (butuh banget kayaknya sama uang, padahal fakir miskin ga begitu-begitu amat) atau operator pulsa? (Yang ga bosen-bosennya smsin kita suru isi pulsa atau quota ga tau waktu)
Jadi cewek 'matre' itu sebenarnya lebih membutuhkan pendidikan daripada uang. Kalau dia paham (terdidik melalui pembelajaran formal atau cara alam) dia gak akan mengalami krisis yang menjadikan dia berlaku seperti itu.
Sejatinya wanita (cewek) itu diciptakan dari tulang rusuk, tulang rusuk melindungi berbagai organ dalam termasuk hati, jadi apapun yang menyangkut perasaan, wanita pasti akan lebih sensitif, lebih fight, lebih care. Karena tulang rusuk nggak melindungi 'kulit', 'kulit' urusan bagian tubuh yang lain.
Nah, ini nih tugas para laki, kalo nemu cewek kaya gini (matre) kudu atur strategi, jangan dijauhin (kalo emang serius, kalo mau cape, kalo mau ngebatin, haha) soalnya harus extra-extra sabar. Tapi kata pepatah, "lebih baik mencegah daripada mengobati, atau sedia payung sebelum hujan, itu lebih baik".
Udah ya? Gak ada ya cewek 'matre' ya?
Udah ah abang mao pindah, di kota makannya makanan barat mulu, cimol abang gaada yang nyolek-nyolek pisan. Lupa apa ama produk dalem negri, kaga kaya-kaya ini bangsa.
Wasalam.
Comments
Post a Comment