Gagal Paham: edisi Hari Valentine
Gimana kabar para pembaca? Masih dan selalu menyayangi orangtuanya kan? Masih dan selalu menyayangi Istrinya, anaknya, adiknya, kakaknya, tetangganya, kerabatnya kan?
Alhamdulillah...
Sekarang sudah hampir memasuki pertengahan bulan februari, dimana terdapat tanggal kontroversial pada bulan ini (februari). Ya, 14 februari yang selama ini disebut oleh banyak orang sebagai Hari Valentine.
Untuk saudara se'Manusia, silahkan menjalani dan memperingati hari tersebut, semoga berjalan aman dan lancar. Dan untuk saudara se'Muslim, kayaknya kita kudu ngobrol dulu deh kalo ente pada mau ikut-ikutan ngerayain.
Hari Valentine, sejarah dan penyebab terjadinya/terciptanya peringatan hari valentine udah banyak dan mudah kita temuin, jadi kalo lo belom tau kayaknya norak banget ya. Terlepas sejarahnya benar atau tidak (karena sudah biasa sejarah selain yang terkandung dalam Al-quran dan Hadis itu selalu berubah-ubah) itu tergatung kebijakan pemikiran kita aja.
Dan kalau ente (sodara ane ni yang muslim) belum pada tau, atau udah tau, tapi tetep pada ngerayain supaya ingin terlihat modern atau yang lainnya, ente bener-bener GAGAL PAHAM men.
Kita sama-sama tau Islam itu seiring dengan kebaikan (rahmatan lil alamin) (dengan segala kerendahan hati saya juga mohon maaf karena belum bisa sepenuhnya berlaku Islam). Maka kata 'Kasih Sayang' sudah seharusnya tercermin dalam kesehariannya.
Lalu mengapa dengan alasan 'Hari Kasih Sayang' lantas banyak muslim yang rela menjerumuskan dirinya kedalam tradisi kaum lain yang sudah nyata dilarang? toh itu sama saja mengkerdilkan diri sendiri kan? Mengkerdilkan Muslim? Masa belum sadar juga Islam itu SELURUHNYA bersifat VISIONER, seluruhnya termasuk apa yang diperintah dan apa yang dilarang.
Kalau kalian yang masih kekeh ingin merayakan Hari Kasih Sayang dengan hari khusus, maka saya akan menyadarkan kita akan hari itu, ya, Hari Maulid Nabi Muhammad SAW, itulah Hari Kasih Sayang kita sesungguhnya Umat Muslim.
Hari lahirnya Makhluk Paling Mulia penebar Kasih Sayang, yang seumur hidupnya di dedikasikan untuk penyebaran Kasih Sayang agar kita mengenal Sang Maha Kasih dan Sayang ( Ar-Rohman, Ar-Rohim ). Bahkan saking sayangnya Rasulullah SAW kepada kita, hingga akhir hayatnya masih kita yang ditanyakan nasibnya, bahkan hingga hari pembalasan tiba dan beliau SAW dibangkitkan, masih kita (ummatnya) yang ditanyakan keadaan/nasibnya.
Sekarang SADAR kalau selama ini kita GAGAL PAHAM?
Ikut-ikutan biar terlihat keren dan modern, tapi ga paham apa yang dilakuin, diingetin langsung beralasan dengan seribu alasan yang berlandaskan ego bukan kebenaran. Tapi tetep pengennya dibilang Muslim SEJATI.
Kita sama-sama harus kembali lagi belajar tentang Islam.
Dan asal kita tahu, memperingati hari kasih sayang dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW itu bukan hanya 1 hari, bisa 1 bulan, kurang? bisa setiap senin, kurang? bisa setiap senin dan kamis, kurang? bisa setiap hari, kurang? bisa setiap Awal dan Akhir hari, kurang? bisa setiap saat dari waktu kita membuka mata hingga menutup mata. Karena setiap yang Rasulullah SAW tunjukkan/contohkan semuanya berlandaskan Kasih dan Sayang.
Semuanya ada dan telah dicontohkan, hanya saja Islam tidak menyukai sesuatu yang berlebihan.
Jadi saudaraku yang Haus akan Keinginan untuk Memberikan Rasa Kasih dan Sayang, bukan, bukan hari Valentine solusinya, ada yang lebih WAH dan akan berdampak hingga ke Seluruh Alam, Cintai Baginda Rasulullah Muhammad SAW.
Apakah dihati kita masih merasa ada sebuah ganjalan? maka tanya niat dan keikhlasan kita dalam memahami Rasa Kasih dan Sayang. Semoga bermanfaat,
Wassalammualaikum..
(catatan; pada sebagian besar sejarah tentang hari valentine semuanya mengacu pada peringatan kematian seorang tokoh, di Indonesia juga ada peringatan semacam itu, misalnya Hari Pahlawan, atau Haul tokoh-tokoh besar penyebar agama Islam. Kita sebagai manusia dan seorang Muslim, berfikir adalah suatu keharusan.)

Comments
Post a Comment