Gagal Paham : edisi Salah Sasaran





 Assalammualaikum..

 Udah pada mandi belom??

 Seneng ya kalo ngeliat orang pake pakean rapih? Udah gitu pake parfum, rambut disisir rapi, wah.. pokoknya enak diliat dah.

 Nah, terus kenapa masih ada orang yang suka berpakaian ngga rapi, atau urakan? Ya itu terserah mereka ya, pilihan mereka, tindakan mereka, kebebasan mereka. Dan kalau mereka nanti mau berpakaian rapi, ya tinggal make aja kan? Toh barang nya ada, kalo belum punya, yang jual banyak dimana-mana.

 Kebanyakan orang mendefinisikan pakaian sebagai Status Sosial, ya, karena sebagian besar orang berfikir seperti itu. Namun percaya deh.. banyak juga yang mengartikan pakaian yang kita atau orang lain gunakan, itu tidak mencerminkan apa-apa.

 Masyarakat pada umumnya ketika melihat orang yang berpakaian mewah menganggap orang itu dari golongan atas (orang kaya), jika berpakaian sederhana dia orang sederhana, jika memakai pakaian yang compang-camping dia orang melarat, dan ketika memakai pakaian Agamis dia itu manusia yang taat beragama.

 Namun bahayanya, lama kelamaan pemikiran yang belum tentu benar ini justru dijadikan suatu pemahaman, pemikiran/opini (yang belum tentu benar) dijadikan sebuah pemahaman.

 Nah... ini yang banyak terjadi belakangan ini, parahnya, kesalahpahaman ini jatuh pada hal yang serius, AGAMA!

 Seseorang yang beragama, berbusana agamis, berkeseharian agamis, ketika melakukan kesalahan maka Agamanya yang dicap buruk (terlepas dari agama apapun itu). Dan KONYOLnya, ketika orang (kelompok ataupun individu) melakukan kebaikan yang diperolehnya dari pendidikan beragama, secara serta merta mengklaim bahwa perbuatan itu adalah murni darinya atas dasar pemikirannya (kelompok/individu tsb.) lalu mengagungkan diri sebagai makhluk-makhluk mulia dengan segudang kebaikan.

(Konyol kan? jadi manusia aja belom becus sok jadi malaikat. Jadi malu sendiri saya)

 Kita harus sadar dan menyadarkan, bahwa Agama adalah penuntun, penuntun kearah kebaikan. Apabila manusia masih belum bisa mengikuti (melakukan kebaikan) maka yang perlu diperbaiki ya manusianya, apabila tidak mau mengikuti, yang salah ya manusianya, bukan Agamanya.

 Nah.. kita sebagai manusia yang dikasih pikiran, nyok atuh kita gunain, jangan sering-sering salah sasaran. Mudah-mudahan kita sama-sama bisa memperbaiki diri, sampe kita bener-bener jadi manusia (yang memang kodratnya kita sebagai manusia) yang disempurnakan Akhlaknya, Amin.

 Wassalammualaikum.




Comments

Popular posts from this blog

Antara "MY TRIP MY ADVENTURE" dan "MY SLEEP MY ADVENTURE". bag.2

Rahasia Dibalik Fungsi Pintu

Antara "MY TRIP MY ADVENTURE" dan "MY SLEEP MY ADVENTURE". bag.1