Siapalah Aku Hingga Menarik Hatimu,
Akan aku ukir namamu dengan buliran intan permata,
Beralaskan emas dan kain sutra,
Andai saja aku seorang yang kuasa,
Akan aku ratakan gunung, atau aku belah samudra,
Demi membuktikan rasa ku padamu,
Andai saja aku seperti itu,
Maka sudah tentulah tak perlu banyak waktu bagimu
Untuk menerimaku,
Namun aku hanyalah seorang fakir yang tak memiliki apa-apa,
Tanpa harta, tanpa kuasa,
Tanpa daya dan upaya,
Bahkan tubuh ini,
Tangan ini, kaki ini,
Seluruhnya hanya titipan yang harus aku kembalikan,
Tak terpikir bagiku untuk menimbun harta,
Hidup bermegah dan bermewah di dunia,
Karena hutang ku kepada-Nya melebihi kepala,
Siapalah aku hingga menarik hatimu,
Apa yang dapat kau harapkan dari ku?
Sungguh tak ada satupun yang engkau dapat harapkan dariku,
Karena seumur hidupku aku pun berharap kepada-Nya,
Apa yang dapat membuatmu bahagia bersamaku?
Karena bagiku 'kesedihan' dari-Nya adalah rasa cinta,
Tidakkah janggal bagimu?
Tidakkah janggal bagimu?
Siapalah aku hingga menarik hatimu,
Bagaimana engkau rela hidup bersamaku,
Karena bagiku tidak hanya hidup,
Bahkan matiku aku relakan kepada-Nya,
Siapalah aku hingga menarik hatimu,

Comments
Post a Comment