Tidak Perlu Memaksa Kalau Cinta
Saat kau ucapkan kata-kata manis dalam kalimat mesra,
Atau disaat kau tunjukkan perhatian meski sesederhana untaian doa,
Aku suka,
Saat matamu menatapku tulus,
Saat tanganmu menggenggamku erat,
Atau disaat kau bertanya, "apakah aku sudah makan?"
Meski terdengar klise, tapi aku suka,
Pernah kau menegurku dalam diam,
Atau berlagak cuek namun seketika panik saat mengetahui aku dalam bahaya,
Aku tahu itu gayamu,
Namun aku suka,
Aku selalu ingat setiap janji yang kau ucap,
Dimana dan kapan tepatnya, aku ingat,
Setiap janjimu terdengar manis di telinga,
Ya, aku suka mendengarnya,
Namun kau jangan merasa heran jika aku tak banyak berkata,
Tak banyak meminta,
Bahkan tak menagih segala janji yang kau ucap diatas kepala,
Bukan, bukan aku mulai tidak perduli,
Bukan, bukan aku mulai tidak perduli,
Namun jangan pula kau merasa bangga apalagi berburuk sangka,
Aku memintamu dalam untaian doa kepada-Nya,
Aku bersamamu karna Dia memperlihatkan kebaikan yang ada padamu,
Meski belum sempurna, itu tidaklah mengapa,
Karena kita sedang sama-sama berusaha,
Aku diam karena aku percaya,
Aku tak meminta, menagih,
Karena aku yakin jika kau memang mencinta,
Tak perlulah aku bertanya tentang hal yang sudah semestinya,
Aku tak ingin rekayasa,
Aku ingin cinta yang dewasa,
Tidak terpaksa, dipaksa,
Apalagi memaksa
Aku ingin perhatian yang apa adanya,
Rindu yang apa adanya, Cinta yang apa adanya,
Meski belum sempurna, itu tak mengapa,
Sekali lagi kita sama-sama berusaha,
Mungkin kau heran mengapa aku tak marah saat janjimu tak terwujud nyata,
Atau saat perhatianmu sesaat mengurang, dengan sedikitnya senyum dan tawa canda,
Aku hanya berfikir mungkin kau lupa, itu mengapa aku sering mengingatkanmu,
Karena wajib bagiku mengingatkanmu, begitupun kau kepadaku,
Jangan kau marah atau merasa terhina,
Karena itu hanya akan menunjukkan belum mengertinya kamu tentang cinta,
Sejak awal aku tahu kau tidak sempurna, begitupun aku,
Maka tatap mataku, mari kita belajar bersama apa itu cinta,
Aku percaya kepadamu karena kebaikan yang ada padamu,
Jika kita mengerti cinta, tak perlu paksaan untuk melakukan hal yang seharusnya,
Jika aku atau kamu belum mengerti cinta,
Maka diantara kita harus siap merangkul satu sama lainnya,
Agar selalu seiring bersama dalam memahami cinta, dan kita harus menerima,
Secara sederhana cinta adalah tanggung jawab,
Tanggung jawab kepada-Nya, mereka, dan kita terutama,
Itu mengapa Cinta kita diawali oleh janji suci bersaksikan alam semesta dan seisinya,
Maka sekali lagi, tak perlu paksaan dalam cinta, karena Tuhan selalu sebagai pedomannya.
Mari bersama kita belajar apa itu cinta,
Melawan kekeliruan, menciptakan kebahagiaan bersama,
Tanpa paksaan, hanya berdasarkan kesadaran atas-Nya,
Ya, Aku dan Kamu, aku dan kamu sebagai awalnya,
Hingga kelak kita bisa memercikkan kebahagiannya, kepada alam dan makhluk ciptaan Tuhan lainnya.

Comments
Post a Comment