Pesan Dari Langit
Aku melihat rintik hujan hari ini..
Perlahan namun begitu lama,
Satu persatu tetesan air jatuh ke bumi,
Menetes langsung dari langit.
Aku duduk bertemankan segelas kopi hitam,
Sambil sesekali merasakan sejuknya rintikan itu,
Oh.. Sejuk sekali,
Serasa hingga ke hati,
Namun ada yang aneh dengan hujan hari ini,
Seolah ada yang berbeda,
Mengapa langit menetes begitu lama?
Hingga tak terasa hampir habis segelas kopi hitamku, namun tak jua reda,
Kembali ku ulurkan tangan ku diantara rintikannya,
Masih ku rasakan kesejukan yang menusuk kalbu..
Lalu perlahan kucoba untuk memejamkan kedua mata,
Dan Astaga... tak ku sangka apa yang kini aku rasa,
Sontak aku teringat akan kekeliruan ku sebagai manusia,
Atas dosaku, lalaiku, dan segala kekeliruan yang nyata ku lakukan,
Terhadap awan, udara, dan segala makhluk-Nya,
Termasuk diriku sendiri, dan generasi setelah aku tiada,
Sejuk ini membawa pesan, sejuk ini memiliki rasa,
Dia juga mengingatkan ku atas kurangnya rasa syukur ku,
Atas kemalangan yang akan menimpa ku di kemudian waktu,
Atas kemalangan yang akan menimpa ku di kemudian waktu,
Dan akhirnya aku tersadar bahwa,
Langit Menangis..
Langit Menangis..
Langit menangis bukan untuknya,
Bukan untuk hewan dan alam lainnya,
Namun untuk AKU,
Manusia..
Langit tahu alam tak pernah keliru,
Langit tahu hewan tak pernah keliru,
Karena mereka berjalan sesuai kodratnya,
Dan mengikuti apapun ucapan Nya,
Namun Langit tahu manusia berbeda,
Tak jarang alam bersatu untuk mengingatkan manusia,
Bukan karena marah,
Namun perduli,
Namun manusia malah berburuk sangka terhadap itu semua,
Itulah mengapa manusia berbeda,
Itu mengapa manusia yang sempurna justru keliru,
Itu mengapa Langit Menangis..
Tak tersadar di alam nyata air mulai lambat menetes,
Bertanda bahwa hujan akan segera reda,
Namun aku masih mengulurkan tangan ku,
Namun aku masih mengulurkan tangan ku,
Seakan tak ingin ditinggal pergi oleh sang kekasih,
Kurasakan kesejukan diantara rintikan kasih,
Dalam kerinduan dari ciptaan sang Maha Cinta
Langit yang begitu perduli kepadaku, kepada kami,
Manusia..

Comments
Post a Comment